Senin, 10 Oktober 2011

Nabi Idris
Nabi Idris As ( Enoch ) adalah keturunan dari Nabi Adam As yang ke-6 yaitu Nabi Idris / Enoch bin Yarid bin Mihla'iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam As.

Nabi Idris lahir di Manaf (Memphis) Mesir menurut sebagian ulama, sedangkan yang lainnya menyebutkan bahwa ia tidak lahir di Mesir dan saya cenderung pada pendapat kedua ini dimana ia lahir mungkin di pegunungan Abu Qubays. Di mata para Filsuf dia digelari dengan Uria ke 3. di Dalam Kitab Taurat dia bernama Ukhnukh. Bangsa Yunani kuno menamakannya Hermes Trismaghistos, sedangkan yang lainnya menamakannya Batrismin dan Aursin. Sedangkan Bangsa Arab menamakannya Hermes Idris Almuthhulluth bil Ni’mat, karena kesukaannya dalam mengkaji dan membaca kitab-kitab dari pendahulunya. Dia diberi pelajaran oleh Nabi pendahulunya yang diutus untuk penghuni Yunani dan Mesir yaitu Gazimun atau Uria ke 2.

Ketika Bani Qabil mulai meninggalkan jalan yang benar dan telah mengikuti jejak Iblis menyembah berhala, meniadakan perkawinan diantara mereka dan berperilaku yang jahat, Maka Allah mengutus dan memberikan Jubah Kenabian ke Ukhnukh dan diutus kepada bani Qabil. Diantara mereka ada yang kembali ke jalan yang lurus, namun diantara mereka ada yang tetap ingkar karena telah tertutupnya hati mereka. Di dalam Tarikhi Hukma, Nabi Idris berdakwah kepada manusia dengan 72 cara. Selain itu beliau berhasil membangun 100 kota dan membuat peraturan yang pantas untuk tiap-tiap kota yang dibangunnya. Yang lainnya menyebutkan bahwa kota yang dibangun pada zaman Nabi Idris adalah 180 kota, dan kota yang terkecil adalah Urhai (Edessa).

Dia mengutus wazirnya untuk berdakwah untuk umat manusia pada zaman itu, yaitu Ayallaos dan ayahnya Laos, Asqalinus dan Amon. Dia mengajak manusia ke jalan yang benar, menentukan waktu ibadah untuk manusia, menentukan makanan yang halal dan haram. Nabi Idris adalah orang yang pertama memberikan nama kepada planet-planet dan rasi bintang, Dia mengajari manusia untuk menulis dan membuat bahan pakaian.

Di Dalam Tarikhi Hukama[1], Nabi Idris menginformasikan kepada Umatnya tentang Nabi-nabi yang akan turun sepeninggalnya dan tentang banjir besar yang akan melanda umat manusia pada zaman Nabi Nuh AS. Dia memerintahkan kepada orang-orang yang terkuat dari umat-umatnya untuk membangun Pyramid di Mesir yang kemudian dikenal dengan Pyramid Gunbuzahram.

Dia membangun Pyramid itu untuk memelihara makam sahabatnya dari banjir yang akan melanda umat Manusia. Setelah itu Nabi idris meninggalkan Mesir untuk mengarungi dan berdakwah kepada umat manusia. Setelah mengarungi dunia, Nabi Idris kemudian kembali ke Mesir dan kemudian Allah mengangkatnya ke surga.

Ciri-ciri Nabi Idris

Dia memiliki pengetahuan yang luas, firasatnya sangat awas. Nabi idris disebutkan memiliki janggut, memiliki perawakan yang tinggi. Ketika ia mau berdiri, ia selalu menghadapkan wajahnya kebawah untuk berdzikir. Bicaranya tidak terlalu nyaring, namun beliau adalah Nabi yang pendiam dan tidak banyak bicara.

[1] Ditulis oleh Muhammad Bin Muhammad Shaharruzi

Penyembahan Berhala Selepas Nabi Idris
Setelah Nabi idris diangkat ke Surga, Maka ada sahabatnya yang merupakan seorang raja yang bijak, yaitu Asklaipyadis (Aesculapius) selalu bersamanya di jalan kebenaran, akhirnya merasa kehilangan dan selalu menangis meratap akan kepergian Nabi Idris karena merasa kehilangan. Kemudian Iblis menghampirinya dan membuatkan Patung Idris untuk sahabatnya tersebut dan patung itu kemudian ditaruh dirumahnya. Patung tersbeut ditempatkan disuatu ruangan yang tidak ada seorangpun yang melihatnya. Setiap pagi dan sore sahabatnya tersebut mendatangi patung tersebut untuk membersihkannya dan berduka dihadapan patung tersebut.

Suatu ketika Asklaipyadis Nabi Idris meninggal didekat patung tersbeut, maka Iblis menyingkapkan kepada manusia akan keberadaan mereka dan berkata bahwa Patung itu adalah sesembahan Nabi Idris dan sahabatnya. Selain itu Bani Qabil mulai menyembah berhala ketika Nabi Adam meninggal, keturunan Qabil ingin melihat jasad Adam, namun tidak diizinkan oleh Bani Sysths AS, maka Iblis menawarkan kepada mereka untuk membuat patung Nabi Adam yang akan diingat selalu oleh mereka. akhirnya mulailah penyebaran penyembahan patung atas manusia.

Sepeninggal Nabi Idris hiduplah orang-orang Saleh yang bernama Wadd, Suwa, Yaghuts, ya’uq dan Nasser. Setelah mereka meninggal setiap kaum mereka membuat patung orang Saleh tersebut dan kemudian patung itu disembah oleh kaumnya. Setelah Banjir besar Iblis mengangkat patung tersebut dan memberikan patung Wadd kepada Bani Kalb, Suwa kepada Bani Huzail, Yaghuts kepada Bani Mazhaj, dan Ya’uq kepada Bani Quza’ah dan Naser kepada Bani Himyar.

Nama-nama Anak Nabi Adam
Nabi adam mempunyai banyak anak. Yaitu 40 pasang. Pasangan anka yang pertama lahir bagi nabi Adam Adalah abdullah dan umatillah, sedangkan anak yang kedua adalah Abdul Rahman dan Umatur rahman. Sedangkan anak yang kedua puluh adalah Qâbhil dan Iklima (Kelêmath ), 30 tahun kemudian ia menurunkan Lebôdâ dan Hâbhil. Sedangkan anak yang terakhir lahir bagi nabi Adam yang lahir tanpa pasangan adalah Nabi Syst. Menurut Ibn Ishaq total jumlah anak-anak Adam dengan Hawa adalah 40; dengan 20 anak kembar laki-laki wanita.

Menurut Ibn Humayd- Salamah- Ibn Ishaq diantara anak-anaknya adalah Cain dan saudari kembarnya, Abel dan saudari nya Labudha, Ashuth dan saudara kembar nya, Seth dan saudara kembar nya Hazurah atau Azurah, Ayad dan saudari kembar nya, Balagh dan saudari kembar nya, Athati dan saudari kembar nya, Tawbah dan saudari kembar nya, Banan dan saudari kembar nya, Shabubah dan saudari kembar nya, Hayan dan saudari kembar nya, Darabis dan saudari kembar nya, Hadaz dan saudari kembar nya, Yahud dan saudari kembar nya, Sandal dan saudari kembar nya, Baraq dan saudari kembar nya.

Asal Usul Bangsa Latin
Kata “Lateinos” berasal dari kata Lotan. Lotan adalah anak dari Seir orang Horite. Seir adalah keturunan dari Esau bin Ishak. Gunung Seir di Edom didasarkan atas namanya. Dia dikenal dengan Hercules dalam catatan pagan. Dia mempunyai anak yang bernama Shobal saudara Lotan. Shobal mempunyai anak bernama Dishon yang kemudian mempunyai anak Eshban. Seir dikenal dengan nama Hercules Libycus dan dikenal dengan Necherophes dalam catatan Mesir. Manetho mencatat bahwa dia menaklukan Libya (utara dan barat Afrika), yang berda di bagian selatan Spanyol. Anak dari Seir yaitu Hispal (Ispal, Shobal) berkuasa di Spain selama 17 tahun, dari tahun 1807 SM sampai dengan 1790. dia membangun kota Hispalis yang kemudian dikenal dengan nama kota Sepila atau Seville. Kemudian cucu dari Hercules yaitu Hispanis yang berkuasa selama 32 tahun dari tahun 1790-1758 SM. Hispanus (Hispan) adalah Eshban. Hispania membawa sukunya keluar dari bagian utara Spain dan membangun sebuah menara di Gallicia. Beberapa dari suku ini keluar dari area Bay dari Biscay ke Amerika Tengah dan diceritakan dalam cerita Toltec. Ketika Hispania meninggal, Hercules (Seir orang Horite) kembali dan memerintah atas Spain, Britain dan Gaul (France) selaam 19 tahun dari tahun 1758-1739 SM. Ketika Hercules meninggal, penggantinya yang sukses seperti dirinya adalah Hesperus. Hesperus memberikan namanya untuk daerah Spain (Hesperus Minor) dan Italy (Hesperus Major). Dia tidak lain adalah Ephah bin Midian bin Ibrahim dari istrinya Keturah. Dia berkuasa atas Spain selama 11 tahun dari tahun 1739-1728, kemudian kekuasaan direbut oleh Atlas. Atlas berkuasa selama 12 tahun dari tahun 1728-1716. dia dikenal juga dengan nama Italus. Dia dikenal sebagai orang yang kuat dan seorang ahli astronomi. Dia tidak lain adalah Ephah saudara dari Epher. Merela ditulis oleh Josephus yang dikenal dengan Ophren, yang membuat peperangan dengan Libya dan menguasainya; and kemudian anak cucunya menyebut wilayah yang dikuasainya dengan nama Afrika. Alexander Polyhistor mengatakan bahwa anak dari Ibrahim adalah Apher, Surim, dan Japhran: anaknya Surim kemudian mendimi daerah Assyria; dana anaknya (Apher dan Japhran) menguasai daerah Afrika dan dari asal nama mereka Afrika berasal. Hercules ketika berperang di Libya dan Antaeus ia mengawini anak dari Aphra dan mempunyai anak bernama Diodorusyang mempunyai anak Sophon. “Ophren” disebutkan oleh Josephus adalah Epher dan dikenal dengan nama Atlas”. Dalam sejarah Yunani dia dikenal dengan Atlas Italus Kitim yang disangka adalah keturunan dari Japhet. Keturunan Japhet adalah Atlas Maurus. Atlas Italus Kitim mempunyai anak Oris atau Sicorus, yang mempunyai anak Anus atau Sicanus, yang mempunyai anak Sicileus atau Siculus. Kemudian penduduknya mendirikan daerah Sicania, yang menjadi nama Sicilia (Sicily). Kota Lusitania (Portugal) dari Lusus anak Siculus. Ulus atau Siculus juga dikenal dengan nama Neptune, orang yang selamat dari banjir Deucalion di Thessaly tahun 1503 SM and settled them in Spain. Kisah keturunan Atlas dan hubungannya dengan daerah Atlantis adalah bangsa Maya. Di Amerika Tengah. Bangsa Maya berasal dari kata Maia salah satu anak perempuan dari Atlas.
Dinasti Semitik di kebudayaan China
Beberapa suku bangsa china berasal dari keturunan dari Ham ibnu Nuh yaitu anak ke 11 dari Put bin Ham bin Nuh AS. Selain itu juga berasal dari Yafith yaitu dari keturunan Abur atau Amur (Gomer) sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Masudi dalam karyanya Muruj Dzahab. Keturunan Semitik pernah mendominasi Dinasti China yaitu pada zaman Dinasti Chou yang merupakan keturunan dari Jobab bin Joktan mereka dikenal. Raja pertama bangsa China adalah “Huang Di,” yang merupakan keturunan Askinaz bin Amur bin Yafith. Keturunan Joktan bisa ditemukan di wilayah pegunungan dari timur Israel dari Sephar sampai Mesha (dari Haran ke Ur). Kota pertama yang dibangun oleh keturunan Joktan (Jobab bin Joktan bin Aber) bisa ditemukan di kota kuno Hassuna. Dikisahkan bahwa Jobab mepunyai 2 anak, yaitu Tang dan Hushaiah. Tang adalah pndiri pertama dinasti Shang yang mempunyai anak bernama Ta Ting dan Ta Ting mempunyai anak Ta Chia. Sedangkan Hushaiah mempunyai anak bernama Jesharelah. Garis keturunan dari Hoshaiah tinggal timur tengah, sedangkan para keponakan kaum mereka telah dihalau ke Negeri China oleh rombongan Nimrod. Migrasi orang-orang ini ke timur, berlangsung sekitar tahun 2205 SM. Keturunan Jobab yang tidak disapu ke daerah timur dan bangsa Semit yang lain berpindah tempat dari timur ke Negeri China untuk bergabung dengan para keponakan mereka, yang Negeri China tersebut dikenal dengan Dinasti Shang. Bersama dengan kelompok ini juga hijrah seorang dari bangsa Medes yang bernama Yan dan merupakan anak Madai bin Yaphet. Medes dikenal dengan nama Shen Nung. Di Negeri China, keturunan Jesharelah dikenal sebagai bangsa ” Chou” ( dari kata Jo yang berasal dari kata Jobab) dan dari bangsa Medes dikenal sebagai ” Chiang” ( Suku bangsa Chiang). Bangsa Semit yang lain dikenal dengan julukan bangsa Chi. Jesharelah diangkat sebagai kepala suku dan orang-orang Chi meletakkan budaya yang sampai sekarang masih rapi. Jesharelah dikenal di Negeri China, sebagai ” Hou Chi”.
Asal Usul Bangsa Benggala
Ghulam Husain Salim di dalam karangannya Riyazus Salatin atau dikenal dengan sejarah Benggala menceritakan bahwa Keturunan Ham bin Nuh AS adalah Hind, Sind, Habash, Zanaj, Barbar dan Nubah. Anak Tertua Ham kemudian mendiami wilayah yang kemudian dinamakan Hindustan, sedangkan saudaranya Sind juga berdiam di wilayah yang kemudian dikenal dengan Sind. Sedangkan menurut pendapat saya bahwa Hind adalah merupakan keturunan dari Kush bin Ham. Hind mempunyai 4 orang anak, yaitu Purab, Bang, Dakin, dan Naharwal. Dakin menurunkan 3 anak, yaitu Marhat, Kanar dan Talang. Naharwal mempunyai anak yang bernama Babruj, Kanuj dan Malraj. Purab mempunyai 42 anak dan dalam waktu yang singkat keturunannya semakin berkembang. Menurut Kitab Firisthra Keturunan Bang bin Hind inilah yang disebut bangsa Bengal atau Benggala. Setelah negeri ini berkembang, orang yang pertama memimpin kerajaan Bengal adalah Rajah Bhagirat dari suku Khatri, kemudian ia terbunuh pada peperangan Mahabarata oleh Darjudhan. Periode kepemimpinan adalah 250 tahun. Kemudian setelah kematiannya 23 orang keturunannya menggantikannya menjadi raja selama 2.200 tahun. Kemudian setelah itu tahta berpindah kepada Noj Gouriah dari suku Kyesth yang berkuasa selama 250 tahun dengan 8 jumlah rajanya. Kemudian tahta berpindah ke Adisur yang juga berasal dari suku Kyesth dan memimpin selama 714 tahun dengan 11 raja termasuk Adisur. Kemudian tahta berpindah kepada Bhupal Kyesth yang berkuasa selama 698 tahun dengan jumlah rajanya 10 orang. Kemudian tahta berpindah kepada Sukh Sen Kyesth yang berjumlah 7 raja selama 160 tahun. Kemudian 61 raja berkuasa setelahnya selama 4.240 tahun.
Kisah Kaum Ad
Allah mengutus Hud bin Abdillah bin Ribah bin Al Khalud bin Ad bin Uz kepada kaum Ad yang menyembah 3 dewa, yaitu Sada, Samud dan Al Haba. Hud menyeru mereka tapi jawab mereka “siapa yang lebih kuat dari kami”? dan hanya beberapa yang mengikuti Hud. Qurthubi menceritakan bahwa kaum ‘Ad terdiri dari 13 suku yang mengolah gurun. Mereka menyembah berhala. Allah menahan hujan selama 3 tahun kepada mereka dan akhirnya kesusahan karenanya. Kemudian mereka mengirimkan utusan untuk berdoa. Ibnu Ishaq menceritakan apa yang telah diceritakan ibnu Humayd bahwa kaum Ad mengirimkan utusan yang bernama Qayl bin Anz dan Luqaym bin Huzal bin Huzayl bin Utayl bin Dadd anak tertua dari ‘Ad dan mengutus Marthid bin Sa’d bin’Ufayr yang beragama islam tapi menyembunyikan keislamannya dan Jalhamah bin Al-Khaybari. Ketika mereka sampai Mekkah, mereka berdiam di tempat Muawiyah bin Bakr daerah pinggiran kota Mekkah. Muawiyah bin Bakr mempunyai seorang saudara perempuan bernama Huzaylah binti Bakr. Huzaylah binti Bakr ini kemudian kawin dengan Luqayim bin Huzal. Ibunya Muawiyah bin Bakr adalah saudara dari Jalhamah bin Alkhaibari yaitu Lahdah binti Al Khaibari. Anak Luqayim dari Huzaylah binti Bakr adalah Ubayd, Amr, Amir dan Umayr. Mereka inilah satu-satunya keturunan ‘Ad yang tersisa karena mereka berdiam di Mekkah. Ketika delegasi ‘Ad sampai dirumah Muawiyah mereka berdiam disana selama 1 bulan. Kemudian Qayl pergi ke gunung Mahrah dan berkata “Aku tidak datang sebagai seorang yang sakit, atau terkutuk, atau juga tawanan yang memberikan harapan, oh Tuhan berikan kami hujan untuk ‘Ad” maka datanglah awan hitam yang datang menuju kaum ‘Ad. Kemudian Marthid bin Sad berkata “Demi Tuhan! Kamu tidak akan diturunkan hujan dengan doamu, tapi dengan mengikuti nabi dan kembali kepadanya kamu akan diberikan hujan.. kemudian ia menjelaskan bahwa ia telah mebgikuti agama Hud. Ketika Jalhamah bin Al khaibari mendengar ini, ia berkata bahwa Abu Sa’d adalah suku dari kalangan bangsawan dan ibunya adalah keturunan Tsamud, dan jalhamah tidakakan pernah mengikuti jalan Marthid. Dia marah dengan menyebutkan apakah Marthid mau menghilangkan agama nenek moyang dari Rafd, Raml, Dadd, dan ;ubud yang merupakan suku-suku kaum’Ad untukmengikuti Hud. Kemudian Jalhamah mengatakan kepada Muawiyah agar menahan Marthid dari bepergian bersama Qayl dan Jalhamah, mereka tidak akan mengizinkan Marthid untuk pergi bersama mereka ke Mekkah. Kemudian Qayl dan Jalhamah pergi untuk berdoa di Mekkah. Namun setelah kepergian mereka Marthid dengan diam-diam juga bepergian ke Mekkah. Kemudian Qayl berdoa atas kebenaran Hud untuk menurunkan Hujan. Maka disangka mereka hujan yang datang, tetapi bencana lah yang datang. Yang tersisa dari kaum Ad adalah Banu Lawdhiyyah yang merupakan anak dari Luqaym bin Huzal dengan anak perempuan Bakr. Orang pertama yang mengetahui bahwa yang turun bukannya hujan adalah seorang perempuan Ad bernama Muhaddid. Kemudian bencana menimpa kaum’Ad. Kemudian salah seorang pengikut Hud menceritakan kejadian tersebut kepada Huzayl binti Bakr dan Huzayl pun bercerita bahwa Mutthawwib bin Yaghfur bin Muawiyah bin Bakr bersama mereka Qayl dan berdoa kepada Tuhan dari Mekkah. Dikatakan bahwa ketika Marthid dan yang lainnya sampai Mekkah, mereka berdoa. Marthid berdoa agar diberikan jalan yang benar. Luqman bin Ad berdoa agar diberikan umur yang panjang. Sedangkan Qayl berdoa apa yang terjadi padakaumnya akan terjadi pula pada dirinya. Setelah musnahnya kaum ‘Ad, Hud beserta orang yang beriman berdiam di Mekkah hingga kematiannya. Yaqut menceritakan bahwa kota Iram adalah kota terbesar yang dibangun oleh keturunan Hud yang berada antara Yaman dan hadramaut dan Sana. Mereka membangun kotanya dari emas, perak dan permata. Merekamembangun 300 ribu kastil. Setelah kota mereka dihancurkan tidak ada seorangpun mengetahui tentang mereka sehingga masa pemerintahan Muawiyah seorang Abdullah biN Qilabah menemukan kota tersebut.